Siapkah Indonesia menghadapi MEA ?
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya sistem
perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN.
Tujuan dibentuknya MEA yaitu untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan Asean selain itu MEA diharapkan mampu mengatasi masalah – masalah di bidang ekonomi.
Tujuan dibentuknya MEA yaitu untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan Asean selain itu MEA diharapkan mampu mengatasi masalah – masalah di bidang ekonomi.
Indonesia harus menyiapkan beberapa
hal penting untuk menghadapi MEA, seperti :
1. Penguatan daya saing ekonomi, merupakan perwujudan pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
2. Penguatan sektor UMKM, memperkenalkan produk-produk UKM yang ada di Indonesia dan juga sebagai stimulan bagi masyarakat untuk lebih kreatif lagi dalam mengembangkan usaha kecil serta menengah.
3. Perbaikan infrastruktur
1. Penguatan daya saing ekonomi, merupakan perwujudan pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
2. Penguatan sektor UMKM, memperkenalkan produk-produk UKM yang ada di Indonesia dan juga sebagai stimulan bagi masyarakat untuk lebih kreatif lagi dalam mengembangkan usaha kecil serta menengah.
3. Perbaikan infrastruktur
4. Peningkatan kualitas sumber daya alam (SDM),
merupakan tenaga kerja yang mempunyai daya saing tinggi, kreatifitas, dan
keterampilan berbahasa.
Hambatan Indonesia
menghadapi MEA :
1 1. Tingginya jumlah pengangguran terselubung-disguised
unemployment;
2. Rendahnya jumlah wirausahawan baru untuk
mempercepat perluasan kesempatan kerja;
3. Pekerja Indonesia didominasi oleh pekerja
tidak terdidik sehingga produktivitas mereka rendah;
4. Meningkatnya pengangguran tenaga kerja
terdidik, akibat tidak sesuainya lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan
pasar;
5. Timpangnya produktivitas tenaga kerja antar
sektor ekonomi;
6. Sektor informal mendominasi lapangan
pekerjaan, dimana sektor ini belum mendapat perhatian optimal dari pemerintah;
7. Pengangguran di Indonesia, pengangguran
tertinggi dari 10 negara ASEAN, termasuk ketidaksiapan tenaga kerja terampil;
8. Tuntutan pekerja akan upah minimum, tenaga
kontrak, dan jaminan sosial ketenagakerjaan;
9. Masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang
banyak tersebar di luar negeri;
10. Ada 40 juta pengangguran di Indonesia. Terjadi pada lulusan yang tidak
bisa bersaing didunia kerja.
Untuk mempersiapkannya maka diperlukan beberapa pelatihan dan pendidikan
professional upaya meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Menurut saya, Indonesia belom siap sepenuhnya menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean.

Komentar
Posting Komentar